Tampilkan postingan dengan label Resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resume. Tampilkan semua postingan

Pendapatan Nasional

| | 0 komentar
Resume kelompok 5 tentang pendapatan nasional

Kesimpulan:
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun. Pendapatan nasional berfungsi untuk menunjang kemakmuran suatu negara dan membantu rakyat menuju kesejahteraan hidup. Pendapatan nasional sangat berguna untuk membangun lapangan kerja, membeli sesuatu yang jarang terdapat di Indonesia dan masih banyak lagi. Oleh karena itu kita wajib membayar pajak setiap tahun. Tetapi dengan adanya kasus gayus kemarin bukan mustahil banyak masyarakat yang enggan membayar pajak, wajar saja bila masyarakat merasa kecewa dengan kasus tersebut, masyarakat merasa di khianati padahal masyarakat sudah menaati peraturan dengan cara membayar pajak setiap tahun. Mudah-mudahan tidak akan pernah terjadi lagi kasus gayus berikutnya dan generasi penerus harus jauh lebih baik dari generasi sekarang agar bangsa ini semakin dekat dengan kemakmuran.

Terima kasih :D

Struktur Pasar

| | 0 komentar
Resume kelompok 4 tentang struktur pasar

Kesimpulan:
Struktur pasar adalah karakteristik organisasi pasar yang mempengaruhi sifat kompetisi dan harga di dalam pasar. Unsur-unsur struktur pasar meliputi: konsentrasi, differensiasi produk, ukuran perusahaan, Hambatan masuk, dan integrasi vertikal serta diversifikasi.

Pasar persaingan sempurna adalah sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat memengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan.

Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar atau industri yang terdiri dari produsen-produsen yang mempunyai kekuatan pasar atau mampu mengendalikan harga output di pasar. Terdapat tiga model umum di pasar persaingan tidak sempurna, yaitu pasar monopoli, pasar persaingan monopolistik dan oligopoli. Pasar monopoli merupakan industri yang terdiri dari satu perusahaan di mana terdapat hambatan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk memasuki pasar. Beberapa hambatan masuk berupa waralaba pemerintah, paten, skala ekonomi dan keunggulan biaya lain, kepemilikan atas faktor produksi yang langka.

Jaman sekarang sudah banyak sekali perusahaan yang berdiri berdasarkan bidang pemerintah dan swasta yang masuk ke dalam pasar monopoli. Kenyataanya monopoli itu hanya membuat para konsumen/pembeli kesulitan dalam memperoleh suatu barang. Tetapi di lain pihak monopoli menguntungkan bagi perusahaan agar tetap menjaga persaingan pasar. Karena semakin kacau persaingan di jaman moderen ini tidak mustahil perusahaan berani mengorbankan rakyat kecil dan mementingkan kalangan menengah ke atas. Lagi-lagi rakyat kecil hanya menjadi korban.

Terima kasih :D

Perilaku Produsen

| | 0 komentar
Resume kelompok 3 tentang perilaku produsen

Kesimpulan:
Produsen adalah sebagian orang yang bertugas menciptakan suatu barang atau menambah nilai guna suatu barang agar bisa di nikmati atau di habiskan nilai suatu barang tersebut oleh konsumen. Produsen berperan penting dalam terjadinya proses perdagangan. Semakin mahal dan langka bahan yang di pakai produsen untuk menciptakan suatu barang semakin tinggi harga yang akan di tawarkan ke konsumen. Sepertinya akhir-akhir ini produsen kesulitan dalam mengumpulkan sumber untuk membuat barang alhasil barang yang di tawarkan ke konsumen menjadi melambung tinggi. Akibatnya menurun minat konsumen untuk membeli barang yang harganya tinggi dan pasti produsen pun mengalami penuruan permintaan dari konsumen yang akan mempengaruhi pendapatan. Maka dari itu di sarankan produsen bisa pintar dan kreatif dalam mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi agar bisa seminimal mungkin di gunakannya. Jadi makin banyak konsumen yang terpenuhi kebutuhannya.

Terima kasih :D

Perilaku Konsumen

| | 0 komentar
Resume kelompok 2 tentang perilaku konsumen

Kesimpulan:
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Konsumen sangat berpengaruh pada perdagangan yang ada, karena konsumen lah yang membeli kepada pedagang dan akan menghabiskan nilai suatu barang sampai konsumen akan membutuhkan barang itu lagi dan membeli kembali kepada distributor, terus berputar seperti itu. Sifat konsumen biasanya tidak pernah puas akan kebutuhan, jika ada yang baru di pasaran pasti ingin sekali memiliki dan akhirnya membeli kepada distributor, hal inilah yang membuat produsen kewalahan. Produsen khawatir jika sumber daya alam yang di butuhkan untuk membuat barang atau jasa sudah mulai menipis mereka tidak akan bisa lagi memenuhi permintaan distributor yang menyesuaikan dengan permintaan konsumen yang tidak ada puasnya. Oleh karena itu perilaku konsumen sangat lah di anjurkan menghemat dalam pemakaian suatu barang agar balance/seimbang dalam menjaga stabilitas roda ekonomi yang ada.

Terima kasih :D

Uang, Bank dan Percetakan Uang

| | 0 komentar
Resume kelompok 6 tentang uang, bank dan percetakan uang

Kesimpulan:
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang dimasyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran utang.
Lembaga yang sah untuk mencetak uang adalah bank. Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Bank tidak boleh sembarangan dalam mengeluarkan uang, jika uang terlalu banyak beredar akan terjadi inflasi di negeri ini dan sangat mungkin terjadi kembali kerusuhan Mei 1998, maka dari itu bank harus sangat terliti meninjau perkembangan peredaran uang.
Seperti yang di jelaskan di atas bank lembaga yang sah untuk mencetak uang. Dalam proses percetakan uang banyak ketentuan dan syarat yang harus di patuhi dalam percetakan uang, agar uang dapat di kenali dan tidak mudah di palsukan. Sudah banyak kasus pemalsuan uang yang sangat meresahkan dan merugikan masyarakat, oleh karena itu bank harus merevisi terus bentuk dan isi uang yang sesungguhnya.

Terima kasih :D

Penentuan Harga, Permintaan dan Penawaran

| | 0 komentar
Resume kelompok 1 tentang penentuan harga, permintaan dan penawaran

Ini hasil tugas kelompok saya:

BAB 1 


PENDAHULUAN 


1.1 Latar Belakang Masalah 

Beberapa orang menganggap bahwa ilmu ekonomi dimulai dan diakhiri dengan hukum permintaan dan penawaran. Jelas bahwa anggapan ini terlalu mengandalkan ilmu ekonomi satu seksi atau ilmu ekonomi satu menit. Akan tetapi hukum yang dikenal dengan hukum penawaran dan permintaan memang merupakan bagian yang terpenting dalam pemahaman kita mengenai sistem pasar. 

Pertama kita perlu mengetahui apa saja yang mempengaruhi penentuan harga, permintaan dan penawaran komoditi tertentu, berikutnya baru kita dapat melihat bagaimana permintaan dan penawaran bersama-sama menentukan harga serta bagaimana sistem harga itu secara keseluruhan memungkinkan sistem perekonomian bereaksi terhadap perubahan permintaan dan perubahan penawaran. Permintaan dan penawaran membantu kita dalam memahami keberhasilan sistem harga dan juga kegagalannya. 

1.2 Masalah dan batasannya 

Dalam makalah ini akan membahas masalah mengenai penentuan harga, permintaan dan penawaran yang sesuai dengan judul makalah ini sendiri. 

Makalah ini akan membahas pengertian mengenai penenetuan harga, permintaan dan penawaran. Serta juga membahas faktor-faktor yang mempengaruhi masalah tersebut dan juga hubungan antara satu sama lainnya. 

1.3 Tujuan 

  • Memahami arti dari penentuan harga, permintaan dan penawaran. 
  • Memahami bagaimana proses terjadinya penentuan harga, permintaan dan penawaran. 
  • Memahami interaksi-interaksi yang terjadi antara penentuan harga, permintaan dan penawaran.

1.4 Manfaat 

Semoga makalah ini dapat memberikan pemahaman lebih kepada mahasiswa untuk mengetahui dan memahami pengertian dari penentuan harga, permintaan dan penawaran. Dan hubungan dari penentuan harga, permintaan dan penawaran. Serta mengetahui hokum-hukum yang terkandung didalamnya. 



BAB 2 


PEMBAHASAN


2.1 Penentuan Harga 

2.1.1 Definisi Harga 

  • Harga adalah suatu nilai tukar dari produk, barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter. 
  • Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa.
  • Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun namun jika harga terlalu rendah akan mengurangikeuntungan yang dapat diperoleh organisasi perusahaan.

2.1.2 Tujuan Penentuan Harga 

1. Mendapatkan keuntungan sebesar besarnya 
2. Mempertahankan perusahaan
3. Menggapai ROI (Return on Investment)
4. Menguasai Pangsa Pasar 
5. Mempertahankan status quo 

2.1.3 Pendekatan Dalam Penentuan Harga 

Ada tiga pendekatan dalam penentuan harga : pendekatan supply dan demand, pendekatan yang berorientasi ke biaya, dan pendekatan pasar. Meskipun ketiganya berbeda, tapi pada prinsipnya mereka saling melengkapi. Dengan ketiga alat tersebut, perusahaan dijamin bahwa harga yang ditentukan akan menutupi biaya, menghasilkan keuntungan, dan citra produk yang baik pada konsumen. 

1. Pendekatan Supply dan Demand 
Interaksi antara supply dan demand merupakan proses tawar menawar yang tidak terlihat dan informal yang secara terus menerus untuk menegosiasikan jumlah produk yang akan dibuat atau dikonsumsikan pada tingkat harga tertentu. Pada saat tingkat harga tinggi, produsen akan mau menghasilkan banyak produk dan jika tingkat harga yang rendah akan mengkonotasikan tingkat penawaran yang rendah. 

Demand adalah kualitas barang yang akan dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu. Harga yang tinggi akan menyebabkan konsumen akan mencari produk alternatif. Sebaliknya, harga yang rendah akan mendorong konsumen membeli lebih banyak. Equilibrium price adalah tingkatan harga saat konsumen bersedia membayar seimbang dengan kuantitas yang akan dihasilkan produsen. Pendekatan ini bisa berjalan untuk pasar keseluruhan, tapi sulit dijalankan untuk suatu produk individual. 

2. Pendekatan Yang Berorientasi Pada Biaya 
Pendekatan ini dilakukan dengan menjumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang ditambah biaya untuk jasa yang terkait, biaya overhead, dan tingkat keuntungan yang diinginkan. Dalam pendekatan yang berorientasi pada biaya ini, ada dua macam pendekatan yang bisa digunakan yaitu : mark up pricing dan break-even analysis. 

Mark up pricing dilakukan dengan menghitung seluruh biaya yang terkait dalam suatu produk kemudian ditentukan markup untuk menutupi biaya dan tingkat keuntungan yang diinginkan. Break even analysis (analisis pulang pokok) adalah metoda penentuan jumlah unit yang harus dijual pada tingkat harga tertentu untuk menutupi biaya dan menghasilkan keuntungan. Dalam metoda ini, perusahaan membandingkan biaya total dan penerimaan total. Biaya total terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. 

Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya tetap berapapun unit yang diproduksi. Biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya berubah sesuai peningkatan jumlah produk. Penerimaan total terdapat dari perkalian harga jual dan kualitas produk yang dijual. 

3. Pendekatan Pasar 
Pendekatan ini mengasumsikan bahwa variabel dalam pasar mempengaruhi harga. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor Politik, Sosial, budaya, persepsi Individu, persaingan, waktu, serta good will. 

2.1.4 Strategi Penentuan Harga Yang Bisa Digunakan 

Ada berbagai strategi penentuan harga yang bisa digunakan. Pertimbangan-pertimbangan yang seringkali digunakan dalam strategi penentuan harga yang dipakai adalah : sasaran perusahaan, tahapan produk dalamproduct life cycle (daur ulang suatu produk), dan kondisi persaingan. Beberapa strategi yang bisa digunakan antara lain : 

1. Skimming pricing; penentuan harga tinggi saat produk pertama memasuki pasar. 
2. Penetraling pricing; penentuan harga rendah untuk menembus pasar dan mendapatkan pangsa pasar baru. 
3. Odd pricing: penentuan harga dengan mengurangi sedikit dari jumlah tertentu (misal: Rp 9.995).
4. Follow the leader pricing: penentuan harga didasarkan pada harga yang ditentukan pemimpin pasar. 
5. Price Lining: penentuan harga yang berbeda unutk tiap model produk yang berbeda dan jenis produk tertentu. 
6. Relative Pricing: penentuan harga yang bisa jadi lebih besar, sama, atau lebih kecil dari pesaing. 
7. Psychological pricing: hampir sama Ood Pricing.
8. Multiple unit pricing: penentuan harga lebih murah jika membeli dalam jumlah tertentu 
9. Leader Pricing : Menjual barang yang menarik di bawah harga pasar 
10. Price discount: pengurangan dari harga yang telah ditetapkan. 

2.2 Permintaan

2.2.1 Pengertian Permintaan 

Permintaan adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi. 

2.2.2 Hukum Permintaan 

Hukum permintaan adalah makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta. Adanya kenaikan permintaan menyebabkan kenaikan harga pada harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium. Penurunan permintaan akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium. 

2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan 

Permintaan seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah : 

1. Harga barang itu sendiri
Sesuai dengan hukum permintan itu sendiri “semakin turun nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang diminta”. Jadi harga barang itu sendiri juga sangat berpengaruh terhadap permintaan. 

2. Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut
Konsumen akan cenderung mencari barang atau jasa yang harganya relatif lebih murah untuk dijadikan alternatif penggunaan. Contohnya: bila seseorang yang sedang pergi dinas ke jogyakarta membutuhkan transportasi untuk sampai ke kota tujuan dan sudah biasa menggunakan pesawat terbang. Tetapi harga tiket pesawat Jakarta-Jogyakarta harganya sedang melonjak sedangkan harga tiket kereta api lebih murah, maka konsumen cenderung akan memilih kereta api sebagai alat transportasi untuk menghemat biaya. Dan kereta api termasuk kedalam barang substitusi (pengganti).

3. Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat
Orang yang punya gaji dan tunjangan yang besar maka dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya sehingga tidak terlalu banyak pengeluarannya. 

4. Selera dan prilaku seseorang atau masyarakat
Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. contohnya, sekarang ini banyak orang yang mencari hand phone Blackbarry yang sedang trand sekarang ini, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan hand phone blackberry akan meningkat. 

5. Jumlah penduduk. 
Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat. 

Kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riil di masyarakat tentang jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk table. Fungsi permintaan (demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya. 

Perubahan permintaan suatu barang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor selain harga barang itu sendiri, akan ditunjukkan oleh pergeseran kurve permintaan ke kiri atau ke kanan. Pergeseran ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan, sedangkan pergeseran ke kanan menunjukkan peningkatan jumlah permintaan. 

2.2.4 Kurva Penawaran dan Fungsi Penawaran 

Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain permintaan berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukung. 

1. Permintaan Menurut Daya Beli 
Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut. 
  • Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.
  • Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jasa tersebut. Contohnya Pak Luki sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli kulkas, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli kulkas. 
  • Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan. Contohnya Hendra ingin membeli sepatu olahraga. Akan tetapi uang yang dimiliki Hendra tidak cukup untuk membeli sepatu olahraga. Oleh karena itu keinginan Hendra untuk membeli sepatu olahraga tidak bisa terpenuhi.
2. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya 
Berdasarkan jumlah subjek pendukungnya, permintaan terdiri atas permintaan individu dan permintaan kolektif. 
  • Permintaan individu : Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 
  • Permintaan kolektif : Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar. Contohnya, selain Desi, di pasar juga ada beberapa pembeli lainnya yang akan membeli jeruk. Jika permintaan Desi dan teman-temannya tersebut digabungkan maka terbentuk permintaan pasar. 
Contoh Permintaan sesuai dengan keadaan sekarang :
Berikut ini adalah contoh daftar permintaan yang dilakukan masyarakat dalam membeli cabai yang semakin hari semakin mahal dikarenakan cuaca saat ini tidak menentu dan menyebabkan para petani cabai gagal panen sehingga stok cabai sangat langka. pada tabel berikut ini. 

No
Harga Cabai Per Kg
Pembelian Masyarakat
1
Rp.   20.000
70 Kg
2
Rp.   50.000
40 Kg
3
Rp.   70.000
25 Kg
4
Rp. 100.000
15 Kg
5
Rp. 120.000
7 Kg


Dari data Tabel di atas mengenai daftar permintaan cabai oleh masyarakat. Dapat di simpulkan. Ketika harga cabai Rp. 20.000,00/kg permintaan masyarakat dapat mencapai sebesar 70 kg. Namun ketika harga cabai menjadi Rp. 50.000,00/kg, permintaan turun menjadi 40 kg. Dan seterusnya harga cabai terus meningkat hingga sanpai kenaikan cabai hingga Rp. 120.000,00/ Kg, permintaan masyarakat menjadi 7 kg. Karena mungkin masyarakat lebih cenderung pindah ke barang pengganti yang lebih murah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga suatu barang, permintaan akan turun. Kondisi tersebut menggambarkan bunyi hukum Permintaan. Hukum permintaan adalah “semakin turun nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang diminta”.

2.3 PENAWARAN

2.3.1 Pengertian Penawaran 

Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi. 

2.3.2 Hukum Penawaran 

Hukum penawaran adalah makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Kenaikan harga penawaran akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium dan menyebabkan kenaikan kuantitas ekuilibrium. Penurunan penawaran menyebabkan kenaikan harga ekuilibrium dan menyebabkan penurunan kuantitas ekulibrium.

2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran 

1. Harga barang itu sendiri 
Sesuai dengan hukum penawaran itu sendiri “semakin tinggi nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan dan sebaliknya semakin rendah nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang ditawarkan Jadi harga barang itu sendiri juga sangat berpengaruh terhadap penawaran. 

2. Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi) 
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi 

3. Biaya produksi 
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

4. Tujuan-tujuan perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profi oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

5. Tingkat teknologi yang digunakan
Kurve penawaran adalah kurve yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga barang tertentu dan jumlah barang tersebut yang ditawarkan oleh penjual. Kurve ini dibuat atas dasar data riel mengenai hubungan tingkat harga barang dan jumlah penawaran barang tersebut yang dinyatakan dalam daftar penawaran (tabel penawaran). Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya. 

2.3.4 Macam-Macam Penawaran

Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran kolektif.
  • Penawaran Individu : Penawaran individu adalah jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual.
  • Penawaran Kolektif : Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan. 
2.3.5 Contoh Penawaran sesuai dengan keadaan sekarang

Berikut ini adalah contoh daftar penawaran penjual yang dilakukan penjual dalam menjual handphone BB yang sedang trand sekarang ini. pada tabel berikut ini : 

No
Harga Hp BB
Penjualan
1
Rp.   2.500.000
10
2
Rp.   3.250.000
20
3
Rp.   4.000.000
35
4
Rp.   4.750.000
40
5
Rp.   5.000.000
45

Dari table di atas hukum penawaran dari penjualan Hp BB. Pada tabel tersebut, akan terlihat bahwa apabila harga Hp BB Rp. 2.500.000,00, jumlah Hp BB yang ditawarkan sebanyak 10 unit. Pada saat harga Hp BB Rp. 3.250.000,00. penjual menawarkan Hp BB sebanyak 20 unit. Hingga pada harga Rp5.000.000,00, jumlah Hp BB yang ditawarkan sebanyak 45 unit. Apa yang dapat kalian simpulkan dari tabel di atas? Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga. Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus). 



BAB 3 


KESIMPULAN


Penetapan harga adalah Menetapkan harga suatu barang. Apabila nilai harga barang itu terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun namun jika harga terlalu rendah akan mengurangi keuntungan yang dapat diperoleh oleh penjual. Penentuan harga juga memiliki beberapa tujuan dan pendekatan dalam penentuan harga, pendekatan tersebut ada 3 macam. Yaitu : pendekatan supply dan demand, pendekatan yang berorientasi ke biaya, dan pendekatan pasar. Selain itu penentuan harga juga memiliki strategi-strategi tertentu.

Permintaan adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi. Permintaan juga memiliki Hukum permintaan yaitu “semakin tinggi harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta”. Ada beberapa Factor-faktor yang mempengaruhi permintaan antara lainnya adalah Harga barang itu sendiri, Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut, Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat, Selera dan prilaku seseorang atau masyarakat dan Jumlah penduduk. Dan juga Macam-Macam Permintaan Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain permintaan berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukung.

Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi. Ada pula Hukum penawaran yaitu makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para penjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran antara lainnya ialah Harga barang itu sendiri, Harga barang-barang lain (barang-barang substitusi), Biaya produksi, Tujuan-tujuan perusahaan dan Tingkat teknologi yang digunakan. Selain itu ada pula Macam-Macam Penawaran Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran kolektif.