Studi politik internasional yang berkembang di benua eropa pada awal tahun 1920, tepatnya di Inggris yang di temukan oleh para ilmuwan telah membuat sejarah baru bagi ilmu hubungan internasional. Sebelum terjadinya perang dunia pertama, studi hubungan internasional hanya berorientasi pada sejarah diplomasi dan hukum internasional, namun setelah perang dunia pertama berakhir kajian internasional berkembang secara komprehensif dan sistematik. Ilmu yang mempelajari interaksi dari berbagai macam individu dari berbagai macam belahan bumi telah menambahkan perspektif baru seperti realisme, idealisme, feminisme dan perspektif-perspektif baru lainnya dalam sistem politik internasional. Seperti yang telah kita ketahui, sejak dimulainya perang dunia pertama sudah terlihat adanya negara-negara yang mendominasi diantara negara lainnya yang terlibat perang seperti Amerika Serikat. Hal ini menunjukkan bahwa adanya suatu power yang mereka miliki untuk memenuhi kepentingan nasional mereka dengan menggunakan berbagai macam cara.
Realisme pada dasarnya didasarkan pada anggapan bahwa hubungan internasional bersifat konfliktual, konflik antar negara pasti terjadi sebagai manivestasi dari sifat dasar manusia yang selalu tidak pernah puas. Realis memandang sifat dasar manusia pada dasarnya buruk, dan hal tersebut tidak dapat diubah. Konflik yang terjadi antar negara itu kemudian