Constructive Cost Model (COCOMO)

| | 0 komentar
Nama: Muhamad Satria Perkasa
Kelas: 4 ka 12
NPM: 16109102
____________________________

COCOMO atau Constructive Cost Model adalah model algoritma estimasi biaya perangkat lunak yang dikembangkan oleh Barry Boehm pada tahun 1981. Model ini menggunakan dasar regresi formula, dengan parameter yang berasal dari data historis dan karakteristik proyek-proyek saat ini.

Pada tahun 1981, Barry Boehm mendesain COCOMO untuk memberikan estimasi jumlah Person-Months untuk mengembangkan suatu produk software. Referensi pada model ini dikenal dengan nama COCOMO 81. Pada tahun 1990, muncul suatu model estimasi baru yang disebut dengan COCOMO II. Secara umum referensi COCOMO sebelum 1995 merujuk pada original COCOMO model yaitu COCOMO 81, kemudian setelah itu merujuk pada COCOMO II.

Model estimasi COCOMO telah digunakan oleh ribuan project manager suatu proyek perangkat lunak, dan berdasarkan pengalaman dari ratusan proyek sebelumnya. Tidak seperti model estimasi biaya yang lain, COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk :
  • Dasar persamaan perkiraan biaya.
  • Setiap asumsi yang dibuat dalam model.
  • Setiap definisi.
  • Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit.

Perhitungan paling fundamental dalam COCOMO model adalah penggunaan Effort Equation(Persamaan Usaha) untuk mengestimasi jumlah dari Person-Months yang dibutuhkan untuk pengembangan proyek. Sebagian besar dari hasil-hasil lain COCOMO, termasuk estimasi untukRequirement dan Maintenance berasal dari persamaan tersebut.

Dalam perkembangannya, COCOMO memiliki 3 jenis implementasi, yaitu :

1. Model COCOMO Dasar

Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:

a. Proyek organik (organic mode)
Proyek organik merupakan proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.

b. Proyek sedang (semi-detached mode)
Proyek sedang merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.

c. Proyek terintegrasi (embedded mode)
Proyek terintegrasi merupakan proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.

2. Model COCOMO Lanjut (Intermediate COCOMO)

Pengembangan model COCOMO adalah dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:

a. Atribut produk (product attributes)
1. Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY)
2. Ukuran basis data aplikasi (DATA)
3. Kompleksitas produk (CPLX)

b. Atribut perangkat keras (computer attributes)
1. Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME)
2. Memori yang dipakai (STOR)
3. Kecepatan mesin virtual (VIRT)
4. Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN)

c. Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
1. Kemampuan analisis (ACAP)
2. Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP)
3. Pengalaman membuat aplikasi (AEXP)
4. Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP)
5. Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)

d. Atribut proyek (project attributes)
1. Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP)
2. Penggunaan perangkat lunak (TOOL)
3. Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED)

Masing-masing subkatagori diberi bobot seperti dalam tabel 2 dan kemudian dikalikan.


Dari pengembangan ini diperoleh persamaan:


Dimana :
• E : besarnya usaha (orang-bulan)
• KLOC : estimasi jumlah baris kode (ribuan)
• EAF : faktor hasil penghitungan dari sub-katagori di atas.
Koefisien ai dan eksponen bi diberikan pada tabel berikut.

Tabel 3. Koefisien Model COCOMO Lanjut


3. Model COCOMO II (Complete atau Detailed COCOMO model)

Model COCOMO II, pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya.

Tabel 4. COCOMO II Early Design Effort Multipliers

Tabel 5. COCOMO II Post Architecture Effort Multipliers

Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high. Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.

Bursa Transfer Pemain Sepak Bola

| | 0 komentar
Musim 13/14 sebentar lagi akan dimulai, para klub-klub terbaik dunia sedang berlomba-lomba memperkuat skuad masing-masing guna menghadapi musim 13/14. Sejumlah transfer bernilai besar tersaji dalam bursa transfer kali ini seperti kepindahan Radamel Falcao dari Atletico Madrid menuju As Monaco yang disebut-sebut telah menjadi klub kaya baru mengikuti jejak Paris Saint-Germain (PSG). Transfer tertinggi pada bursa transfer kali masih dipegang oleh Radamel Falcao, menurut sumber http://www.transfermarkt.co.uk As Monaco mengglontorkan dana sekitar 53 juta euro demi memboyong striker berdarah kolombia tersebut. Besar dana yang dikeluarkan As Monaco untuk memboyong Radamel Falcao belum menjadi rekor transfer pemain tertinggi, rekor tersebut sampai saat ini masih dipegang oleh mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Kepindahannya dari Manchester United membutuhkan dana sekitar 82.5 juta euro dimana CR7 ( julukan Cristiano Ronaldo ) baru berumur 24 tahun.
Waktu dekat ini media sedang hangat membahas ketertarikan Real Madrid dalam memboyong gelandang sayap penuh talenta Gareth Bale dari Tottenham Hotspur, jika terwujud tidak mustahil Real Madrid akan merogoh kocek dalam-dalam untuk memenuhi syarat yang dipasang oleh Tottenham Hotspur.



Apakah akan terwujud kepindahan Gareth Bale dari Tottenham Hotspur menuju Real Madrid? Jika terwujud apakah nilai transfer akan memecahkan rekor sebagai pemain termahal? Kita lihat saja nanti.

Juventus, Siamo Noi !!

| | 0 komentar


Setelah memastikan Scudetto saat memenangkan pertandingan melawan Palermo baru kemarin Juventus merayakan pemberian trofi  Scudetto Seri-A, acara berlangsung sangat meriah di lengkapi dengan para pemain, official dan fans setia Juventus. Scudetto musim ini terasa berbeda di bandingkan musim kemarin, musim ini Juventus harus tampil di ajang Liga Champions, itu berarti Juventus mempunyai jadwal lebih padat ketimbang musim lalu yang hanya tampil di kompetisi domestik. Tetapi musim ini Juventus membuktikan superiornya dan nyaris tanpa pesaing dalam perebutan Scudetto. Juventus berada dalam puncak klasemen dari awal musim dan mampu mempertahankannya sampai sekarang.
Sukses besar Juventus tidak lepas dari racikan jitu pelatih bertangan dingin asal Italy, Antonio Conte. Sempat tersandung kasus pengaturan skor membuat pelatih ini di skors selama 4 bulan dilarang mendampingi I Bianconeri di dalam lapangan tetapi konsistensi Juventus benar-benar tidak bisa di anggap remeh, walaupun di tinggal sang alenatore Juventus tetap mendominasi klasemen. Saat menjadi pemain Antonio Conte mempersembahkan 5 gelar Scudetto kepada Juventus, kali ini sebagai pelatih Antonio Conte mempersembahkan 2 gelar Scudetto kepada Juventus.

Selamat untuk Juventus, Forza Juventus !!!